UMK - Setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka program Beasiswa Unggulan. Beasiswa tersebut terdiri dari 2 batchBatch1 dibuka pada bulan Mei sedangkan batch 2 dibuka pada bulan Juli. Salah satu mahasiswi program studi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus  lolosmendapatkan Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Indah Dwi Irawati yang sekarang ini sedang menempuh semester2 mendapat Beasiswa Unggulan batch 1 tahun 2018. Walaupun Program Studi Pendidikan Matematika ini terbilang baru tetapi tidak menyurutkan mahasiswa/i Pendidikan Matematika ini untuk terus maju dan berprestasi.

Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa dalam negeri yang ditujukan untuk jenjang S1, S2, dan S3 di segala jurusan dan tidak diprioritaskan bagi dosen. Untuk jenjang S1 mahasiswa maksimal semester 3. Beasiswa ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi bangsa Indonesia. Program Beasiswa Unggulan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditujukan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan bantuan pendidikan.

Dengan lolosnya Indah mendapatkan Beasiswa Unggulan batch 1 tahun 2018 ini dapat menjadi awal yang baik untuk memajukan program studi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus. Selain itu Indah berharap dapat memotivasi teman-temannya dan adik tingkatnya kelak untuk terus berjuang dan berprestasi. (IDI)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Lesson Study”. Kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber ahli dari Hirosima University (Jepang) dan Universitas Pendidikan Indonesia. Dua narasumber tersebut, yakni Prof. Takuya Kosakabe dan Arif Hidayat, Ph.D.Ed. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan  Magister Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus itu diselenggarakan pada Selasa, 9 Oktober 2018 di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Takuya Kosakabe dan Arif Hidayat, Ph.D.Ed Pada kunjunganya ia meluangkan waktu untuk berbagi Ilmu kepada mahasiswa dalam kuliah umum yang bertemakan tentang “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Lesson Study”. mengenalkan berbagai fasilitas dan beberapa cara dalam pencapaian kualitas pembelajaran melalui Lesson Study yang dicapai dengan berbagai riset dan penelitian. Beliau juga menginformasikan bahwa peringkat Pendidikan Indonesia terakhir menurut PISA berada pada posisi bawah. beliau juga mengatakan bahwa sudah menjalin kerjasama dengan UMK dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Lesson Study.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus, bapak  Dr. Slamet Utomo M.Pd yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan, bahwa kuliah umum ini adalah upaya untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang Lesson Study dalam meningkatkan kualiatas pendidikan. Beliau juga mengatakan bahwa tingkat kesuksesan pembelajaran di sekolah dapat diukur dari respon anak ketika mengikuti pembelajaran. Harapannya, dari kerja sama yang dijalin dengan Universitas Muria Kudus adalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui lesson study. (Fitri)

Fitri Rachmawati dan Nailatul Izzah adalah mahasiswi dari Universitas Muria Kudus (UMK), gadis berusia 20 tahun ini mendapatkan Juara 3 dalam KRISNA II (Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang diselenggarakan oleh UKM Kajian Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Awalnya hanya iseng, namun perempuan yang akrab di panggil dengan Naila dan Fitri ini mencari berbagai informasi mengenai lomba tersebut. “Awalnya hanya iseng, namun banyak dukungan dari berbagai kalangan, termasuk kedua orang tua kami,” ungkapnya kemarin.

Walaupun mereka mendapati banyak hambatan dalam penulisan karya tulis namun mereka tidak pernah patah semangat meski berbagai hambatan yang dilaluinya, ia selalu yakin setiap usaha tidak akan menghianati hasil. Dengan dibimbing dosen Ibu Richma Hidayati S.Pd, M.Pd dia mencoba keperuntungannya melalui KRISNA II (Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang diselenggarakan oleh UKM Kajian Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa Universitas PGRI Semarang, dan diikuti oleh ratusan mahasiswa yang tersebar diseluruh Universitas yang ada di Indonesia.

Meskipun perempuan yang berkelahiran Demak dan Jepara ini tidak mendapat Juara 1, namun ia sangat bangga dengan kerja kerasnya selama ini. “Setidaknya saya bisa menambah pengalaman menulis dan alhamdulillah hasil karya tulis kami yang Berjudul BATITA (BATIK TIMBUL ANAK TUNANETRA ) sebagai media pengenalan motif batik berbahan baku limbah kertas pada anak tunanetra dapat mengantarkan kami menjadi juara 3 , dan kamiberharap supaya karya mereka bisa bermanfaat untuk orang banyak imbunya.

Untuk kedepanya mereka berharap bisa mendalami dunia tulis, dan dapat berprestasi dalam berbagai kompetisi serta lomba karya tulis. Bukan hanya di lokal tapi ke internasional. Sebab mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Matematika ini sudah mulai jatuh cinta pada dunia menulis, sejak mereka bergabung dalam UKM KMK (Komunitas Mahasiswa Kreatif) Universitas Muria Kudus. (Fitri)